Tasawuf adalah Bid’ah (2)

Posted on November 2,. Filed under: Aqidah, tasawuf | Tags: , |


Tasawuf berpangkal pada pribadi Nabi Muhammad SAW. gaya hidup sederhana, tetapi penuh kesungguhan. Akhlak Rasul tidak dapat dipisahkan serta diceraikan dari kemurnian cahaya Alquran. Akhlak Rasul itulah titik tolak dan garis perhentian cita-cita tasawuf dalam Islam itu. Zhunnun al-Misri (Mesir, 180 H / 796 M ā€“ 246 H / 860 M, seorang sufi yang terkemuka, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan tasawuf ialah pembebasan dari ragu dan putus asa, kemudian tegak berdiri beserta yakin iman. Pengertian yang simpang siur tentang urat bahasa sufi dan tasawuf menimbulkan pengiraan bahwa tasawuf Islam mencakup pula bahan-bahan sufi Yunani dan mistik, serta Hindu Farsi. Pandangan tersebut merupakan pengiraan yang keliru dan mengelirukan. Terlepas dari adanya pengakuan jujur tentang adanya persamaan yang tampak lahirnya, ataupun mengenal istilah-istilah dan cara-cara melatih jiwa.

Di dalam tasawuf Islam ditemukan ciri-ciri yang istimewa; yaitu pengembalian dengan cara mutlak segala persoalan agama dan kehidupan kepada Alquran dan Sunnah.

Dan yang mungkin menjadi ahli tasawuf itu hanyalah barang siapa yang mengetahui keseluruhan Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW. Karena itu yang sebenarnya tasawuf adalah kefanaan diri ke dalam kemurnian alQuran dan Sunnah.

Abdul Hasan Al Fusyandi, seorang tabi’in yang hidup sezaman dengan Hasan Al Bisri (w. 110H./728 M.) mengatakan, “Pada zaman Rasulullah saw, tasawuf ada realitasnya, tetapi tidak ada namanya. Dan sekarang, ia hanyalah sekedar nama, tetapi tidak ada realitasnya.”

Pernyataan ulama dari kalangan tabi’in ini bisa menjadi acuan untuk menjawab salah satu pernyataan dari sebgian kalangan yang mengatakan bahwa tasawuf itu bid’ah. Memang benar, tidak ada istilah tasawuf pada zaman Rasulullah saw. Namun, realitasnya ada dalam kehidupan dan ajaran Rasulullah saw. seperti sikap Zuhud, Qona’ah, Taubat, Rido, Sabar, dll. Kumpulan dari sikap-sikap mulia seperti ini dirangkum dalam sebuah nama yaitu Tasawuf. Oleh sebab itu, ketika Imam Ahmad menulis buku tentang tasawuf, beliau tidak memberi nama kitab itu dengan Kitaab At-Tasawuf. Akan tetapi, beliau memberi nama kitab itu dengan Kitaab Az-Zuhud (Kitab tentang Zuhud).

Kalau kita cermati isi kitab tersebut, hampir seluruh isinya membicarakan persoalan-persoalan yang ada dalam kajian tasawuf. Kita tidak perlu mempersoalkan nama, yang penting realitas atau substansinya. Dalam mengarungi hidup, kita harus punya jiwa zuhud, qona’ah, taubat, muraqabatullah, ‘iffah, dll. Anda boleh memberi nama untuk sederet istilah itu dengan nama Tasawuf. Namun kalau anda tidak suka dengan istilah Tasawuf dengan alasan istilah tersebut tidak dipakai pada zaman Rasulullah saw, pakai saja istilah lain seperti yang digunakan Imam Ahmad yaitu ilmu zuhud. Yang pasti, materi yang dibahas dalam ilmu zuhud dan ilmu tasawuf substansinya sama, yang berbeda hanyalah nama.

Seorang tokoh Sufi modern, Al Junaid Al Baghdadi (w. 289H.) menyebutkan bahwa, “Tasawuf adalah riyadhah (latihan) membebaskan hati dari hayawaniyyah (sifat yang menyamai binatang) dan menguasai sifat basyariah (kemanusiaan) untuk memberikan tempat bagi sifat-sifat kerohanian yang suci, berpegang pada ilmu dan kebenaran, dan benar-benar menepati janji terhadap Allah swt, dan mengikuti sunnah Rasulullah saw.”

Jadi kalo kita mencermati definisi diatas, bisa kita simpulkan bahwa tasawuf adalah latihan untuk membersihkan jiwa dari sifat-sifat kebinatangan dan mengisinya dengan akhlak mulia melalui pelaksanaan ajaran agama yang benar dengan mengikuti apa yang disunnahkan Rasulullah saw, dan apa yang sudah digariskan kalamullah yaitu alQur,an alKarim.

Masihkah kita berdebat bahwa tasawuf itu bid’ah? lalu sesatnya dimana

Make a Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

11 Responses to “Tasawuf adalah Bid’ah (2)”

RSS Feed for Titian Ilahi Comments RSS Feed

Tulisannya OK buanget Mas…

Salam kenal saya pendatang baru..

terimakasih sebelumnya …
salam kenal balik dari saya semoga terus berkenan berkunjung ke blog saya yg msh kurang rapi

Yang mengatakan tasawuf adalah bid’ah berarti tdk paham apa itu Tasawuf & blm pernah baca sejarah, kapan, kenapa, mengapa timbul tasawuf dan seorang sufi.

tolong dong agar artikel semacam ini bisa di bagi2kan ke tmn2 di Facebook, matur nuwun

coba anda kunjungi link dibawah ini
http://www.facebook.com/group.php?gid=43597091870&ref=search&sid=1096576618.4154349631..1

thx sebelumnya, mari kita sebarkan dakwah, tapi tetap kita jg ukhuwah dan saling menghargai pendapat org lain.

Tasawuf di jaman ini memang masih belum boleh tampak ke permukaan karena akan dirasa mengganggu ajaran agama oleh para ahli syariat, maka dari itu marilah sekiranya kita yang memang benar2 sudah mengenal ilmu tasawuf melaui toriqoh2 yang ada tidak perlu mengungkapkan kepada umum yang memang masih belu mampu menampung ilmu ini, apalagi berbantah dan berdebat. Kita ucapkan saja Alhamdulillah bagi mereka yg menganggap tasawuf itu bid’ah.

saya sangat sependapat Pak!

terima kasih pencerahannya. Salam ukhuwah..salam

terimakasih yaa Allah dan wahai hamba Allah atas pencerahan ini …


Where's The Comment Form?

Liked it here?
Why not try sites on the blogroll...

%d bloggers like this: